Saturday, May 10, 2008

Pemuda Impian

Pada masa dahulu ada seorang pemuda yang selalu menghabiskan waktuya di perpustakaan pada waktu luang. Dia amat suka membaca novel & buku cerita sehingga suatu hari dia menemukan sebuah novel yang di dalamnya tertulis nama & alamat seorang gadis di salah satu muka suratnya. Tertulis disitu "Catrina...kesepian & merindukan sahabat".

Tergerak hati pemuda untuk mengutus surat kepada si gadis. Setelah pulang ke rumah, pemuda itu menulis surat untuk memberitahu niat ingin berkawan dengan gadis itu. Beberapa hari kemudian si pemuda mendapat balasan dari si gadis bahwa dia juga ingin berkawan dengan si pemuda.

Hari betukar minggu dan minggu bertukar bulan. Persahabatan mula bertukar kepada perasaan sayang. Namun begitu masing-masing masih belum bertemu. Si pemuda ingin sekali bertemu si gadis dan begitu juga dengan si gadis. Walaupun kedua-keduanya masih belum melihat rupa masing-masing, tapi perasaan sayang tetap berbuku di hati.


Sehingga suatu hari, si pemuda dipanggil oleh negara untuk pergi ke medan perang. Si pemuda amat susah hati kerana dia takut sekiranya dia tidak akan mungkin bertemu dengan si gadis. Maka diutuskannya surat berbunyi "kalau Tuhan panjangkan jodoh kita, dan kamu masih sayang padaku, kita berjumpa di stasion kereta api ketika aku pulang. Aku akan memakai pakaian militerku dan membawa sekuntum mawar berwarna merah. Aku akan mengenali kamu sekiranya kamu juga memegang bunga mawar merah. Setelah itu izikanlah aku membawamu makan malam dan bertemu orang tuaku."

Maka pergi lah pemuda ke medan perang setelah mengutuskan surat itu...

Beberapa bulan kemudian...
Pada hari dia kembali, si pemuda pergi ke stasion kereta api tempat si gadis menunggu sambil memegang bunga di tangan. Dilihatnya seorang demi seorang gadis yang lalu sekiranya dia turut memegang bunga.

Tiba-tiba.. si pemuda ternampak seorang gadis yang agak berisi dan duduk di kursi roda sambil melihat sekeliling. Kakinya buntung dan tangannya cacat sebelah... sebelah lagi tangannya memegang sekuntum bunga mawar berwarna merah... Si pemuda agak terkejut tetapi dia memberanikan diri menghampiri si gadis.

"Catrina?" Gadis itu melihat ke arah si pemuda dan tersenyum. Si pemuda terus memberikan bunga mawar kepada si gadis dan berkata "aku amat merinduimu. Terimalah bunga ini dan izinkan aku untuk makan malam denganmu. Orang tuaku tidak sabar untuk bertemu denganmu.." sambil kemudian mencium tangannya. Si gadis itu terus bersuara.."aku tidak tahu apa yang terjadi. Tapi ada seorang gadis cantik memberikan bunga ini kepadaku tadi. Dia menyuruhku memberi tahu kamu bahwa dia sedang menunggu kamu di restoran dekat stasion ini sekiranya kamu memngajaknya makan malam dan bertemu orang tuamu....."

Berapa banyak pemuda yang berhati seperti ini? Dia melihat kepada hati dan bukan kepada rupa.. dia telah menepati janji nya dan tetap berpegang kepada perasaan sayang walaupun pada mulanya dia menjangkakan gadis cacat itu adalah Catrina... Sesungguhnya semua manusia harus berfikir seperti dia...

No comments: